Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan


Pengisi suara Anime Emiri Kato meluangkan waktunya dengan bercosplay

Voice actress Emiri Kato memposting gambar pada kedua akun Twitter dan blog pada hari Senin dirinya cosplay sebagai Kyubey karakter dari seri  Puella Magi Madoka Magica televisi anime series. Kato disebutkan di blognya bahwa dia telah menghabiskan akhir pekan di Nagoya dan mengunjungi "Puella Magi Madoka Magica Exhibit" yang ditahan di sana dari 20-25 Maret .





Kato menyuarakan karakter Kyubey, dan juga menyuarakan peran utama di anime lain seperti Yuruyuri's Sakurako,  Bakemonogatari's/Nisemonogatari's Mayoi, Lucky Star's Kagami, dan Baka and Test - Summon the Beasts' Hideyoshi.




Emiri Kato Cosplay sebagai Kyubey

//Selasa, 27 Maret 2012
//Posted by Mahardhika
Dalam dunia fotografer siapa sih yang belum mengenal Natsumi Hayashi ??  wanita asal jepang yang dapat terbang.
Natsumi Hayashi adalah idola baru saya dalam dunia fotografer hasil fotonya benar-benar ia lakukan sendiri tanpa adanya rekayasa pohotoshop




Natsumi Hayashi seringkali membuat gambar unik dirinya yang bisa melayang di udara.
Fotografer cewek asal Tokyo Jepang ini terlihat terbang melayang dengan begitu mudahnya.padahal menurut Hayashi, untuk membuat sebuah foto melayang itu, dia rela melompat sampai lebih dari 300 kali, demi mendapatkan hasil gambar yang sempurna. Sebuah kerja keras yang begitu melelahkan.








Natsumi Hayashi suka melayang. Natsumi Selalu di temani kamera foto Canon EOS 5D Mark II untuk mengambil foto dirinya mengambang di sekitar Tokyo. Untuk mencapai tampilan melayang itu sangatlah penting bahwa anda harus terlihat seperti tidak melompat. Itu berarti ekspresi wajah, rambut, tubuh harus dikontrol dan tidak gerak, terlihat seperti membeku di waktu yang tepat, bukan pertengahan melompat. "Kita semua dikelilingi oleh kehidupan sosial yang sering membuat kita stress, karena kita terikat oleh gaya gravitasi bumi, jadi saya berharap bahwa orang dapat merasakan sesuatu yang bebas dengan melihat foto levitasi saya." Jelasnya. Foto Natsumi Hayashi telah menjadi sangat populer di Jepang, dia berharap dirinya bisa memulai karir terbang tinggi sebagai fotografer. Dia telah bekerja paruh waktu sebagai asisten artis selama dua tahun terakhir, belajar keterampilan fotografi selama magang. Ia mengatakan ia berencana untuk terus bekerja untuk menjadi seorang fotografer profesional, karier yang katanya kecut, “Is just getting off the ground.”








Today’s Levitation, begitu tulisnya. Dengan bantuan asisten ataupun self-timer, dia mampu membuat efek foto sedang melayang di kafe, bilik telepon bahkan di trotoar jalanan.
Setiap hari, hayashi mengunggah foto-foto karyanya yang bisa anda lihat di blog miliknya di http://yowayowacamera.com/.

Natsumi Hayashi wanita Jepang yang dapat Terbang.

//Sabtu, 24 Maret 2012
//Posted by Mahardhika
Tag :, Tag :, Tag :, Tag :
Vocaloid adalah suatu teknologi synthesizer vokal yang diproduksi oleh Yamaha Corporation. Seperti halnya synthesizer instrumen musik yang digunakan untuk memproduksi suara alat musik, synthsizer vokal digunakan untuk memproduksi vokal manusia. Dengan kata lain, vocaloid adalah semacam piranti lunak alias software musik yang digunakan untuk menciptakan  vokal dalam suatu lagu.
Proyek vocaloid ini sebenarnya berkembang sudah sejak lama. Pada Januari 2004 ZeroG telah merilis produk vocaloid pertama mereka, Leon dan Lola, yang dispesialisasikan untuk musik aliran soul. Leon dan Lola pertama kali muncul di acara NAMM Show 15 Januari 2004. Juli 2004, ZeroG merilis lagi vocaloid-nya bernama Miriam.

Sekilas tentang Vocaloid

//Senin, 19 Maret 2012
//Posted by Mahardhika

Peristiwa ini terjadi pada 17 orang gadis remaja di Sekolah Menengah Kejuruan Teknik Bay Path di Charlton, Massachusetts.

Foto-foto tersebut dicuri meskipun para remaja tersebut sedang memakai pakaian yang sopan dan tidak melakukan pose menantang.

Tag :, Tag :, Tag :

Sepertinya iklan yang tidak biasa ini ditujukan kepada mereka yang sering galau akibat belum punya status “in a relationship” di Facebook.

Iklan ‘pacar virtual’ yang dibuat oleh Cathy di Fiverr.com, situs yang membuka layanan penjualan jasa dalam jenis apa pun seharga $5, ternyata cukup menarik perhatian banyak orang.

Tag :, Tag :, Tag :
Facebook bukan tempat yang tepat untuk berkeluh kesah akan masalah yang sedang dihadapi. Situs ini adalah sentral informasi pribadi.
Salah menuliskan sesuatu, maka akan berujung fatal. Dan ini dialami gadis 15 tahun asal Amerika Serikat (AS).
Hannah Jordan, seorang gadis asal Albermarle, Nort Carolina, AS, mengeluh soal pekerjaan rumah yang kerap ia lakukan. Ia tertekan dan stress (lelah).
Melalui Facebook segala unek-unek tentang aktivitas dirinya, ia tumpahkan dalam akunnya di jejaring sosial tersebut. Namun curhat sosial ini nampaknya berujung panjang.

Tag :, Tag :, Tag :

Remaja 26 Tahun Dipenjara Karena Berusaha Nge-Hack Facebook
Tidak semua hacker buruk, namun tidak semua hacker pula jahat. Mereka mungkin hanya iseng, dan bisa saja karena niat.
Hacker ingin membobol sesuatu bukan karena mereka tertarik, bisa saja karena mereka penasaran.
Glenn Mangham, pemuda 26 tahun asal Kota London, Inggris, harus tertangkap untuk kedua kalinya setelah kedapatan menjebol sistem Facebook.
Pemuda ini dulu sebelum kasus ini terjadi juga pernal membobol sistem keamanan Yahoo!.

Guardian melaporkan, jika Glenn Mangham hanya ingin membantu Facebook dalam meningkatkan sistem keamanan. Apakah motif dirinya seperti itu, lantas mengapa ia harus dibui selama delapan bulan karena menjebol sistem keamanan Yahoo!?

Tag :, Tag :, Tag :

L'Arc~en~Ciel (ラルク アン シエル Raruku An Shieru) adalah nama grup musik Jepangberaliran J-Rock. Band ini beranggotakan Hyde (vokal), Ken (gitar), Tetsu (bass), dan Yukihiro(drum). Grup musik ini didirikan oleh Tetsu pada Februari 1991. Nama "L'Arc~en~Ciel" berasal dari sebuah kata dalam bahasa Perancis yang secara harfiah berarti "lengkungan di langit" atau "pelangi", nama ini diambil dari judul sebuah film Perancis yang pernah ditonton oleh Tetsu.

Di Jepang saja, band ini telah menjual lebih dari 25 juta kopi album dan single.

Mantan personel yang sempat memperkuat band ini:

  • Sakura (drum) (1992-1997) digantikan oleh Yukihiro karena memakai narkoba dan masuk penjara.
  • Hiro (gitar) (1991-1992)
  • Pero (drum) (1991-1992)

Awal terbentuk

Osaka, sekitar awal tahun 1991 dua orang anak muda bernama Tetsu dan Hiro membentuk sebuah grup band. Tetsu berperan sebagai bassis berikut vokal sementara Hiro sebagai gitaris. Pada waktu itu Hyde masih menjadi gitaris di sebuah band bernama Kiddies Bomb, yang kemudian berganti nama menjadi Jerusalem’s Rod dan Hyde berganti posisi menjadi vokalis (meskipun pada saat itu ia sama sekali tidak tertarik dengan perannya tersebut).

Pada suatu hari Tetsu menyaksikan penampilan grup band tersebut untuk kali pertama. Ketika itu ia merasa yakin bahwa Hyde adalah orang yang tepat untuk mengisi posisi vokal di grup band-nya. Maka selama beberapa waktu ia terus mengikuti penampilan band tersebut, hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk mengajak Hyde dan rekannya di Jersarem’s Rod, Pero untuk bergabung dengannya. Setelah beberapa kali melakukan session, Hyde akhirnya memutuskan untuk meninggalkan band lamanya dan bergabung bersama band Tetsu. Maka terbentuklah formasi paling awal L’Arc~en~Ciel, yakni Tetsu (bass sekaligus pemimpin band), Hyde (vokal), Hiro (gitar), dan Pero (drum).

Nama L’Arc~en~Ciel sendiri diusulkan oleh Tetsu yang terinspirasi oleh sebuah film Perancis yang berjudul sama. L’Arc~en~Ciel diambil dari Bahasa Perancis yang memiliki arti PELANGI.

Penampilan live pertama mereka yaitu pada tanggal 30 Mei 1991 di Nanba Rockets. Bahkan ketika itu sang pemilik panggung berpikir bahwa L’Arc~en~Ciel akan menjadi sangat terkenal, dan hal itu terbukti beberapa tahun kemudian.


Pengunduran diri Hiro & masuknya Ken

Pada bulan Juni 1992 tanpa alasan yang jelas, Hiro mengundurkan diri tepat sebelum mereka akan memulai demo rekaman. Setelah berbagai macam persiapan yang telah mereka lakukan sebelumnya untuk rekaman, misalnya mereka telah menyewa studio dan lain sebagainya, tentu akan sangat konyol apabila mereka membatalkannya. Maka Tetsu kemudian membujuk Ken, teman masa kecilnya untuk membantu dalam pembuatan demo. Ken menyanggupinya dan pada waktu itu ia harus menghafal seluruh lagu yang akan dimasukkan ke dalam album dalam waktu yang cukup singkat, yakni 5 hari, akan tetapi ia mampu melakukannya, dan proses rekamanpun akhirnya dapat selesai dalam 3 hari.

Akan tetapi muncul masalah baru, mereka harus manggung, namun Ken pada saat itu masih berstatus mahasiswa jurusan Arsitektur semester akhir di sebuah perguruan tinggi di Nagoya. Tentunya akan sulit melakukan dua kegiatan sekaligus, kuliah dan nge-band. Akhirnya hanya dalam tempo 3 hari saja Ken mengambil satu langkah berani dengan memutuskan untuk meninggalkan bangku kuliahnya dan bergabung dengan L’Arc~en~Ciel (meskipun pada saat itu ia tidak begitu yakin akan masa depannya di musik). Keputusannya itu tentu saja ditentang habis oleh orang tuanya yang menginginkan ia menjadi seorang sarjana. Akibatnya ia diusir dari rumah dan tidak pernah bertegur sapa lagi dengan orang tuanya.

Pada tanggal 1 Oktober 1992, mereka merekam Voice untuk album Omnibus CD bertajuk “Gimmick”. Beberapa minggu kemudian, tepatnya tanggal 25 November 1992 mereka merilis single pertamanya yang berjudul Flood of Tears (c/w Yasuoka) sehingga aktivitas panggung mereka bertambah padat dan penggemar pun mulai bertambah.


Masuknya Sakura

Tanggal 30 Desember 1992 lagi-lagi L’Arc~en~Ciel harus kehilangan salah satu anggotanya. Pero mengundurkan diri tepat setelah penampilan live mereka di Osaka Music Hall. Maka kemudian Tetsu mulai mencari drummer pengganti, ia lebih memilih untuk mencarinya di Tokyo, toh pada saat itu ia pikir pada akhirnya mereka akan merantau ke Tokyo.

Pada suatu hari ia melihat penampilan Sakura yang langsung menarik perhatiannya. Kemudian Tetsu mencoba mengajaknya bergabung bersama L’Arc~en~Ciel dengan cara mengirimkan demo tape kepada Sakura. Lantas Sakura pun pergi ke Osaka untuk melakukan jam session bersama mereka. Dan setelah itu ia secara resmi bergabung dengan L’Arc~en~Ciel pada 16 Januari 1993.


Album perdana

Pada tanggal 10 April 1993, album pertama mereka sebagai band indies, yang bertajuk DUNE dirilis dan meraih kesuksesan. Album tersebut berhasil meraih posisi puncak di Oricon Indies Chart (Tangga Lagu Terpopuler di Jepang) pada bulan Mei, dan hanya dalam tempo 3 bulan berhasil terjual sebanyak 20.000 keping CD. Hal tersebut membukakan kesempatan bagi mereka untuk tampil di dalam konser band-band indies “Karei naru masho” yang diadakan di Shibuya Kokaido, yang ketika itu disaksikan oleh sekitar 2000 penonton. Maka popularitas L’Arc~en~Ciel mulai berkembang tidak hanya di Osaka, namun sudah mulai merambah ke Tokyo. Dan pada bulan September 1993 mereka pindah ke Tokyo untuk meningkatkan karier mereka (meskipun Hyde tidak terlalu menyukai gagasan pindah ke Ibukota Jepang tersebut).


Memasuki label musik besar

Video single mereka Nemuri Ni Yosete dirilis pada tanggal 1 Juli 1994, menyusul dua minggu kemudian, yakni pada tanggal 14 Juli 1994 album kedua mereka TIERRA yang merupakan album pertama mereka yang berlabel major. Sekaligus juga menjadi hari pertama tur Sense of Time. Pada tanggal 9 September di tahun yang sama, mereka melawat ke Maroko dalam rangka pembuatan video Siesta ~film of dream~, yang merupakan kali pertama bagi mereka bekerja di luar Jepang, tentunya menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan bagi mereka. Film tersebut dirilis pada akhir tahun tersebut.

Pada tanggal 21 Oktober 1994, single pertama mereka dengan Sony dirilis, dengan judul Blurry Eyes. Lagu ini dijadikan lagu tema untuk salah satu produksi serial animasi Jepang yang berjudul D.N.A^2. Kemudian pada tanggal 1 Desember di tahun tersebut Fans Klub Resmi L’Arc~en~Ciel, “CIEL” didirikan. Lalu pada awal tahun 1995, mereka mengadakan tur khusus bagi para anggota fans klub yang diberi judul Ciel/winter ‘95.

Tanggal 21 Mei 1995 merupakan tanggal di mana single video berjudul and She Said dirilis dan merupakan hari pertama dari rangkaian tur di 19 kota di Jepang yang bertajuk In Club ‘95. Dan pada 6 Juli, single kedua mereka yang berjudul Vivid Colors dirilis. Lagu tersebut menjadi lagu ending Guru Guru 99, dan side B dari lagu tersebut, Brilliant Years dijadikan lagu ending untuk acara “Shin dora” di Nippon-TV (NTV).

Keluarnya Sakura

Bulan April 1997 akan selalu tercatat dalam sejarah perjalanan karier L’Arc~en~Ciel sebagai masa-masa mimpi buruk. Bagaimana tidak, di tengah kegemilangan yang berhasil dicapai oleh mereka, Sakura, dengan terpaksa harus meninggalkan rekan-rekannya di L’Arc~en~Ciel setelah selama kurang lebih lima tahun bersama-sama merintis kesuksesan di pentas musik Jepang khususnya. Ia mesti rela didepak dari posisinya sebagai drummer L’Arc~en~Ciel setelah terkait dengan kasus kepemilikan serta penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Peristiwa tersebut berimbas pada pembatalan seluruh aktivitas Laruku seperti peluncuran single mereka The Fourth Avenue Cafe dan tur yang telah dijadwalkan. Bahkan semua merchandise mereka ditarik dari pasaran!

Meskipun rekan-rekan Sakura di Laruku tidak menginginkannya pergi, namun atas kehendak perusahaan rekaman dan produser, ia sejak bulan April mundur dari Laruku. “Aku sangat menyesal, aku telah melakukan hal yang sangat bodoh, dan tak pantas untuk dimaafkan. Aku tidak berhak lagi untuk tetap berada di dalam band, semua ini salahku. Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik bagi L’Arc~en~CIel, aku berharap agar mereka tetap berjuang dan semoga semakin sukses di masa mendatang”, itulah kata-kata perpisahan yang diucapkan oleh Sakura ketika ia meninggalkan Laruku.

Yang paling terpukul dalam peristiwa ini adalah Hyde, sebab di antara rekan-rekannya yang lain ia dan Sakura merupakan sahabat yang paling dekat. Maka sejak insiden tersebut, anggota Laruku tinggal tersisa tiga orang.


Masuknya Yukihiro

Setelah kepergian Sakura, Tetsu segera mencari drummer pengganti. Suatu ketika ia mendengar Yukihiro, eks-Zi:Kill dan Die in Cries yang keduanya telah disbanded atau membubarkan diri. Tetsu tertarik dengan permainan drumnya, maka selanjutnya disusunlah rencana pendekatan oleh Tetsu. Menurut kabar yang beredar, Tetsu dan Yukihiro berkenalan lewat game Evangelion, di mana Tetsu meminta Yukihiro untuk mengajarinya permainan tersebut. Lantas Tetsu berbicara dengan Yukihiro mengenai peristiwa menyedihkan yang menimpa grup bandnya. Bak gayung bersambut, Yukihiro menawarkan bantuannya kepada Tetsu untuk proses rekaman Niji.

Akhirnya single ketujuh L’Arc~en~Ciel yang berjudul Niji—bahasa Jepang, yang memiliki arti yang sama dengan L’Arc~en~Ciel, yaitu Pelangi—dirilis pada tanggal 17 Oktober 1997. Single ini mampu menerobos posisi 3 di Oricon Chart pada minggu pertamanya. Berkaitan dengan judulnya, Hyde mengatakan bahwa judul lagu tersebut menggambarkan perjalanan karier mereka yang pada awalnya banyak dikhawatirkan orang akan segera berakhir karena masa-masa yang sangat buruk, akan tetapi kemudian mereka muncul kembali, bagaikan keindahan pelangi yang muncul di langit setelah gelapnya hujan. Dan lagu tersebut menjadi soundtrack Rurouni Kenshin (Samurai X) the movie.

Selama kurun waktu 1997, di Laruku, Yukihiro berperan sebagai additional player. Hingga pada 1 Januari 1998 ia secara resmi menjadi personil tetap L’Arc~en~Ciel.


Kelahiran kembali

L’Arc~en~Ciel muncul kembali secara resmi sejak tanggal 13 Desember 1997 dengan menggelar konser berjudul Reincarnation yang digelar di Tokyo Dome. Pada saat itu Laruku terdiri dari tiga orang personil resmi, yaitu Hyde (vokal), Tetsu (bass), Ken (gitar) dan satu personil tambahan (additional player/supported player) di posisi drummer, yakni Yukihiro.

Baru pada tanggal 1 Januari 1998, Yukihiro secara ofisial bergabung dengan L’Arc~en~Ciel menggantikan Sakura yang telah resmi keluar dari Laruku sejak 4 November 1997. Meskipun demikian, masuknya Yukihiro ke L’Arc~en~Ciel menciptakan suatu polemik di kalangan fans mereka, ada yang pro dengan kedatangan Yukihiro ada juga yang kontra. Memang cukup wajar seandainya masih banyak fans yang belum bisa menerima kepergian Sakura, sebab bagaimanapun juga Sakura telah menjadi bagian dari Laruku selama lima tahun yang bisa dikatakan tidak sebentar, bahkan ia turut mewarnai musik L’Arc~en~Ciel dengan style drumnya.

Akan tetapi ada satu hal yang patut dicatat, bahwa semenjak pergantian personel dari Sakura ke Yukihiro, terjadi transformasi image dari L’Arc-en-Ciel, yang semula penampilan mereka lebih bercorak visual yang kecewek-cewekan, secara bertahap berubah menjadi lebih maskulin.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/L'Arc~en~Ciel

//Kamis, 17 Februari 2011
//Posted by Mahardhika
Tag :, Tag :, Tag :