Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Lirik Jepang.
Dakara ima ai ni yuku sou kimetanda
Poketto no kono kyoku wo kimi ni kikasetai
Sotto voryuumu wo agete tashikamete mita yo
Oh Good-bye days ima
Kawaru ki ga suru kinou made ni so long
Kakkoyoku nai yasashisa ga soba ni aru kara
Lalalalala with you~
Katahou no iya fon wo kimi ni watasu
Yukkuri to nagarekomu kono shunkan
Umaku aisete imasu ka tama ni mayou kedo
Oh Good-bye days ima
Kawari hajimeta mune no oku alright
Kakkoyoku nai yasashisa ga soba ni aru kara
Lalalalala with you~
Dekireba kanashii omoi nante shitakunai
Demo yattekuru desho
Sono toki egao de
Yeah hello!! my friend nante sa
Ieta nara ii noni
Onaji uta wo kuchizusamu toki
Soba ni ite I wish
Kakkoyoku nai yasashisa ni aete yokatta yo
Lalalala Good-bye days
Terjemahan dalam Indonesia
Aku sudah memutuskan untuk bertemu denganmu sekarang
Karena aku ingin kau mendengarkan lagu yang ada di sakuku
Perlahan ku naikkan volumenya, untuk memastikan semuanya pas
Oh good-bye days
Sekarang perasaanku berubah, bahkan masa lalu yang sudah begitu lama
Kau tidak keren tapi berada di sisiku dengan lembut
Lalalalala denganmu..
Aku berikan padamu satu sisi earphoneku
Perlahan musik pun mulai mengalir
Bisakah aku mencintaimu dengan baik? Tapi kadang aku tak merasa begitu
Oh good-bye days
Sekarang semuanya mulai berubah Tapi di dalam hatiku tidak apa-apa
Kau tidak keren, tapi berada disisiku dengan lembut
Lalalala denganmu..
Jika bisa, aku tidak ingin memikirkan kesedihan
Tapi hal itu akan datang lagi,kan?
Di saat itu dengan tersenyum
“Yeah! Halo, kawanku” Bagaimana aku akan mengatakannya?
Tidak apa-apa jika aku berteriak
Saat aku menyenandungkan lagu yang sama
Aku harap engkau disisiku
Kau tidak keren, tapi aku senang bertemu dengan dirimu yang lembut
Lalalala good-bye days…
Mode bisa mengubah sesuatu yang dulunya tampak jelek menjadi tren dan
minati kalangan muda saat ini. Dulu gigi tidak rata, gingsul, bertaring
dianggap merusak penampilan. Bahkan di Indonesia seperti di Bali
memiliki tradisi mengikir gigi menjadi rata. Kemudian ada tren
ramai-ramai memakai behel untuk mengubah tampilan gigi menjadi rata dan
rapat. Sekarang ? Di Jepang berkembang tren baru yang cukup banyak di
minati ABG dan wanita muda. Mereka beramai ramai membuat gigi mereka
yang tadinya rapat dan rata dibuat sengaja seperti gigi gingsul atau
bertaring.
Tren yang kini populer di Jepang juga difasilitasi oleh Salon gigi untuk
membuat gigi gingsul, dan perawatan ini dilakukan oleh dokter gigi
dengan biaya yang cukup besar. Gigi gingsul sehingga tampak sedikit
bertaring tenar disebut Yaeba ini membutuhkan biaya sekitar $ 390 atau
3,5 juta rupiah.
Ada juga sebuah produsen kosmetik yang membuat produknya untuk menciptakan efek yaeba dengan menggunakan perekat taring mini non permanen untuk membuat gigi tampak gingsul.
Di Indonesia sendiri siapa yang bergigi gingsul pasti merasa gigi gingsulnya adalah suatu kelebihan. Karena semua orang mengatakan gigi gingsul justru membuat senyum tampak lebih menawan dan menambah kecantikan. Demikian di Jepang, gigi gingsul atau yaeba ini dianggap membuat tampilan seseorang tampak lebih muda, imut dan menggemaskan.
Gigi gingsul yang terbentuk secara alami karena pertumbuhan gigi yang tertunda dan mendesak gigi lainnya atau karena rahang mulut yang lebih kecil sehingga tidak memberikan ruang cukup bagi pertumbuhan gigi.
Tren gigi gingsul atau yaeba sendiri berkembang karena penampilan beberapa pesohor yang bergigi gingsul membuat yaeba makin diminati. Lihat saja seperti model Lara Stone, Georgia Jagger, Jessica Hart dan si bintang film Hollywood, Kristen Dunst yang tampak menawan senyumnya dengan gigi gingsul. Yah sekarang justru ketidaksempurnaan membuat manusia menjadi lebih sempurna !
Yaeba : Tren Gigi Gingsul. menjadi tren bagi wanita jepang
//Selasa, 22 Mei 2012
//Posted by Mahardhika
Sebuah kombinasi yang tepat, a perfect collision, saat menggabungkan kisah misteri pembunuhan dihiasi karakter siswa-siswi Jepang yang dingin, suicidal, asosial, serta gemar mem-bully, dengan cinematic poetryapik ala Terrence Malick di setiap scene yang memberikan kedalaman melodramatis dari film gelap tentang anak seorang guru yang dibunuh oleh murid dari kelasnya sendiri (lagu Radiohead, lagi, "Last Flower" juga merupakan elemen tambahan yang turut menguatkan warna film).
30 menit pertama film ini adalah sebuah breakthrough yang mendongengkan prolog film secara artistik (bagaimana titik hujan jatuh ke tanah, seorang anak gadis dilempar ke kolam renang, kepala seorang bocah dilempari bola baseball, semuanya dalam slow motionyang halus) semuanya terjadi saat si ibu guru dengan tenang bercerita tentang anak perempuan satu-satunya yang tewas dibunuh sambil menganalisis motif dan modus pembunuhan tersebut yang mengarah kepada dua orang siswa di kelasnya. Selanjutnya adalah kisah para siswa tersebut disajikan dalam point of view yang menarik, dengan adegan anak si ibu guru yang dilempar ke kolam muncul berkali-kali (horrifying but amazingly pretty), di mana selain berurusan dengan rasa bersalah dari dosa tindakan kriminal yang dilakukan, juga menanggung beban sosial dan ketakutan karena mereka diracuni oleh virus HIV yang disuntikkan oleh si ibu guru di dalam karton susu yang mereka minum di awal film (the lunacy of Japanese).
Walau ber-setting di lingkungan sekolah, anomali yang kental tentang hubungan guru dan murid yang bagaikan karnivora dan herbivora memberikan kesan baru tentang sekolah sebagai tempat yang manipulatif dan berbahaya, yang dipenuhi ambisi serta keinginan kuat untuk berkuasa atau membuktikan diri sampai melampaui batas norma. Secara kasar, bisa saja ditarik kesimpulan tentang iklim kehidupan di Jepang yang kaku dan cenderung canggung secara emosional (tanpa perasaan, tidak heran industri robot mereka berkembang), walaupun masih terlalu dini untuk melakukan asumsi demikian. Namun tetap saja, saya membenci kekakuan (dan kegilaan) warga Jepang (salut untuk pemanjaan visualnya)
Dari pada penasaran langsung aja di download Kokuhaku (Confessions)
Download Subtitle Indonesia









